15 PESEPAKBOLA TERBURUK DI LIGA PREMIER INGGRIS TAHUN 2015

Liga Premier Inggris adalah siaran liga sepakbola yang paling banyak ditonton, paling menguntungkan dan paling terbesar di planet Bumi. Liga Premier Inggris ini mampu menghasilkan pendapatan senilai US$ 2,4 milliar pertahun atas hak penyiarannya dan baru-baru ini Liga Inggris menandatangani perpanjangan kontrak senilai US$ 7,7 milliar. Dengan jumlah pendapatan yang sedemikian besar, maka wajar jika Liga Inggris merupakan Liga sepakbola paling menarik di dunia yang melahirkan beberapa pemain terbaik di dunia.

Kini Liga Premier Inggris sudah berumur hampir seperempat abad dan pastinya jutaan pesepakbola berbakat sudah menghiasi liga ini. Namun kali ini, saya tidak membahas tentang pesepakbola berbakat yang menghuni liga elite ini melainkan akan membahas tentang pesepakbola terburuk. Saya sebagai penulis menilai beberapa pesepakbola terburuk ini didasarkan dari kemampuan individu serta prestasinya. Dan dibawah ini adalah 15 pesepakbola terburuk di Liga Premier Inggris saat ini, diantaranya adalah:

  1. Mike Williamson


Pemain terburuk di Liga Premier Inggris saat ini dan salah satu pesepakbola terburuk dalam sejarah Liga Inggris bernama Mike Williamson dikarenakan tingkat kemampuan serta prestasinya sangat sulit untuk dipahami. Williamson bergabung dengan Newcastle dari Portsmouth pada tahun 2009 dan telah melakoni laga sebanyak 17 kali dan membawa Magpies masuk ke Liga Premier. Karir Williamson selama berseragam Newcastle secara teknis menyedihkan. Ia adalah pemain yang sangat lambat, baik dari segi pemikiran dan kecepatan. Akhirnya pemain berusia 32 tahun ini dipinjamkan ke Wolves Championship pada awal musim ini.

  1. Danny Graham


Sejak awal merumput bersama Swansea dan hidup di Liga Premier, karir Danny Graham terbilang spektakuler di lini depan. Sejak dirinya meninggalkan Swans dan memutuskan untuk hijrah ke Sunderland serta Hull, ia mulai kesulitan untuk beradaptasi. Lamban, kurangnya antisipasi dan insting tumpul telah membuat sosok Graham di mata pelatih Sunderland yang baru, Sam Allardyce berniat mencari pengganti dirinya. Tampaknya ia harus tampil habis-habisan guna mendapat tempat di skuat inti Sunderland.

  1. Paulo Gazzaniga


Ia adalah kiper keempat Southampton di belakang Fraser Forster, Maarten Stekelenburg dan Kelvin Davis. Ronald Koeman tampaknya berkewajiban mencelupkan namanya untuk masuk ke bursa pinjaman karena Gazzaniga kerap dilanda cedera. Selama 3 tahun berseragam Southampton, ia telah melakoni 19 laga sejak bergabung dari Gillingham pada tahun 2012 silam.

  1. Lloyd Doyley


Legenda Watford, Lloyd Doyley teah menghabiskan seluruh karirnya selama 14 tahun membela Hornets dan telah melakoni 450 laga, ia telah bermain baik di Championship maupun Liga Premier. Kontrak Doylet sebenarnya berakhir pada tahun 2015, namun namanya tetap masuk kedalam buku klub saat dirinya telah pulih dari cedera leher. Pemain Jamaika ini bermain di posisi lini belakang dan telah menunjukkan tanda-tanda penurunan peforma sebelum ia didekap cedera.

  1. Alan Hutton


Pemain yang membela Aston Villa ini kerap dituduh sebagai pemain terkotor di Liga Premier saat memenangkan 49 caps untuk negaranya dan sekarang ini dirinya tengah menjalani musim kesembilannya di Liga Premier. Berbeda dengan O’Brien, ia jarang sekali menjadi starter dan hanya melakoni 20 laga selama berseragam Aston Villa. Pada musim ini, Hutton menjadi ‘bencana’ dan membawa Aston Villa terdampat di kaki klasemen Liga Premier.

  1. Joey O’Brien


Tahun 2015/16 merupakan musim ke-11 Joey O’Brien menghuni Liga Premier, namun pemain berusia 29 tahun ini hanya menceritakan setengah perjalanannya. Ia hanya menjadi seorang pemain yang hanya dipanggil ketika benar-benar diperlukan timnya. Saat kepindahannya ke West Ham, O’Brien belum pernah melakoni laga pertamanya di musim ini. Musim lalu, ia berhasil tampil sedikit lebih mengesankan dengan melakoni 9 laga dan hingga kini sulit bagi kita untuk melihat dirinya apakah masih layak menjadi pemain Liga Premier untuk musim depan nanti.

  1. Gabriel Obertan


Gabriel Obertan lahir ke Liga Premier dengan menunjukkan janji sebagai anak muda yang bertalenta dimana dirinya pernah menghuni bangku klub Setan Merah dan tampil mengesankan di 14 laga. Sayangnya Obertan adalah pemain yang tidak terlihat begitu mengerti tentang bola. Ia kemudian hijrah ke Newcastle yang dimana ia telah mencetak 2 gol di Liga Premier dalam 58 laga selama 4 tahun dan di tahun ini sepertinya ia akan menghuni bangku cadangan Newcastle.

  1. Gabriel Agbonlahor


Dahulu kala Gabriel Agbonlahor adalah striker muda yang sangat menjanjikan di tanah Inggris. Ia diberkati dengan kecepatan, pengontrolan dan tembakan yang jitu serta masuk ke tim inti Aston Villa saat usianya menginjak 19 tahun. Sekarang ia sudah berusia genap 29 tahun dan jikalau kita berbicara tentang popularitas Agbonlahor, mungkin usia 21 dan 24 tahun adalah masa keemasannya. Saat ini ia hanya membukukan 10 gol dalam 67 penampilan di Liga Premier dan sedang berjuang keras membawa Villa untuk keluar dari zona degradasi musim ini.

  1. Joshua King


Usianya baru menginjak 23 tahun namun ia gagal bersinar untuk menjadi seorang pemain berbakat di Liga Premier. King mempunyai kecepatan yang fantastis, namun sedikit aneh. Aneh karena ia memiliki sisi mental yang lemah dan secara teknis ia bukanlah pemain berbakat. Rekornya dalam mencetak gol sangat mengerikan, bayangkan saja selama melakoni 120 laga, ia hanya mampu membukukan 11 gol dan sekarang ini belum mendapatkan penampilan terbaiknya di AFC Bournemouth lantaran didekap cedera.

  1. Wes Brown


Pria ini berhasil memenangkan 19 piala di Manchester United dan 23 caps untuk Inggris dan namanya bahkan pernah disebutkan dalam PFA Team of the Year sehingga pastinya hal tersebut tidak menjamin jikalau dirinya adalah pemain terburuk di Liga Premier tahun 2015. Namun itu dulu, sekarang Wes Brown telah berusia 36 tahun. Saat ia berseragam Setan Merah, Brown adalah pesepakbola dengan kemampuan yang sangat berguna di lini pertahanan bagi Sir Alex Ferguson. Saat ini Brown, John O’Shea serta Younes Kaboul menghuni Stadion of Light dan dalam waktu dekat ini penampilan mereka tampaknya akan berakhir di Liga Premier.

  1. Adlene Guedioura


Gelandang timnas Aljazair berusia 30 tahun ini telah merumput di Inggris selama lebih dari 6 tahun dengan bergabung klub Wolves di Liga Premier. Setelah penampilan buruknya bersama Crystal Palace, Guedioura memutuskan untuk hijrah ke Championship dengan Watford namun tetap tidak menunjukkan tanda-tanda terbaiknya. Guedioura telah melakoni 4 laga sejauh ini dan ia selalu gagal untuk tampil mengesankan, akhirnya ia-pun menghuni bangku cadangan.

  1. Marc Pugh


Salah satu pemain Liga Premier yang berkualitas namun tidak handal, Marc Pugh bergabung AFC Bournemouth dari klub non-liga Hereford United pada tahun 2010. Pugh sudah duduk di meja atas Liga Premier bersama AFC Bournemouth selama lebih dari setengah dekade. Eddie Howe tampaknya akan merekrut pemain seperti Max Gradel untuk menggantikan posisi Pugh karena Pugh kerap didekap cedera sejak awal tahun 2011.

  1. Steven Whittaker


Di musim keempatnya bersama Norwich City, pemain berusia 31 tahun bernama Steven Whittaker telah naik dari zona degradasi dan dipromosikan ke Liga Premier dengan Canaries. Ia berposisi bek kanan namun sayang, ia sangat lamban sehingga tempo dan kemampuannya tidak cocok dengan iklim Liga Premier.

  1. Andrej Kramaric


Popularitas Leicester City sedang melambung, klub ini sukses menantang semua rintangan dan berada di puncak atas Liga Premier Inggris sejak awal Desember dan hal itu tidak lepas dari duo striker mereka, Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Namun ada satu orang yang belum bisa mencapai popularitas bersama Leicester yaitu Andrej Kramaric. Pemain Kroasia ini mendatangani kontraknya sejak bulan Januari 2015 tetapi hanya membukukan 2 gol dalam 13 laga dan Leicester lolos dari zona degradasi. Sampai pada musim ini, nama Kramaric tidak dimasukkan kedalam skuat inti dan tampaknya Claudio Ranieri lebih memanfaatkan dirinya untuk duduk di bangku cadangan.

  1. Yoan Gouffran


Gelandang serang Newcastle United bernama Yoan Gouffran saat ini telah menemukan dirinya cocok berada di bangku cadangan St. James Park. Gouffran hanya menunjukkan sekilas kemampuannya saat ia membela Prancis U-21 dan memenangkan 22 caps. Sekarang ia terlihat sangat tidak konsisten dan tidak efektif ketika berseragam Newcastle. Terkait bursa transfer musim panas yang akan datang, Gouffran masih memilih untuk bertahan di Newcastle dan telah membukukan 11 gol dalam 82 laga.